Jumat, 06 November 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari – hari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor – faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita. Tidaklah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang tidak berpandangan luas.
   Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan, agar interelasi antelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negarakita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.

1.2 TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

       Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

1.    Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.    Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.    Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing – masing, tidak jatuh ke dalam sifat – sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4.    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.




BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 . PENGERTIAN PENDERITAAN         
            Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir  atau  batin, atau lahir batin.
            Penderita termasuk realitas dunia dan manusia. intensita penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.namun penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko”hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya,tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemuncul rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.kepada manusia sebagai homo religius tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk ciptaan yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakanya? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepadanya.karna tuhan tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
2.2. SIKSAAN
            Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.akibat siksaan yang dialami seseorang, maka timbulah penderitaan.
            Didalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti,yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik,sirik,dengki,memfitnah,mencuri,makan harta anak yatim,dan sebagaianya.Siksaan           yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-harinya banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa.bahkan kadang kadang ditulis di halaman pertamadengan judul huruf besar,dan kadang kadang di sertain gambar si korban.
            Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian,dan ketakutan.
            Kebimbangan dialami pada seseorang apabila ia pada suatu saat tidak  dapat menentukan pilihan yang akan diambil,misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak.
             Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai .
            Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin . bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut dengan phobia.
Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ?
            Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka .kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu,misalnya pekerjaan baru,kematian dalam keluarga, suatu oprasi atau sakit yang serius.tetapi phobiya juga dapat berkembang kepada orang orang yang terlihat tenang dan mantap.oleh karna itu kebanyakan ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karna si penderitan hidup dalam keadaan takut terus menerus, dan membuat keadaan sipenderita sepuluh kali lebih parah.
2.3. KEKALUTAN MENTAL
            Penderita batin dalam ilmu pesikologi dikenal sebagai kekalutan mental.secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
            Gejala-gejala pemulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.       Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing,sesak nafas,demam,nyeri pada lambung,
b.      Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah;
a.       Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupansi penderita baik jasmani maupun rokhaninyya,
b.      Usaha mempertahankan diri  dengan cara negatif ,yaitu mundur atau lari,sehingga cara bertahan dirinya salah
c.       Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mndorong kearah yang psitif dan negatif.
a.       Positif: trauma(luka jiwa) yang dialaminya mendorong kearah survive dalam hidup, misalnya, melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang diadapinya,ataupu melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.      Negatif: trauma yang dialami di perlarutkan atau diperturutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.     bentuk frustasi antara lain:
1)      Agresi
2)      Regresi
3)      Fiksasi
4)      Proyeksi
5)      Identifikasi
6)      Narsisme
7)      Autisme
Oleh karna itu penderitaan maupun siksaan yang dialaminya oleh manusia memang merupakan beban berat,sehingga dunia ini benar benar merupakan neraka dalam hidupnya,dengan pengertian bahwa kematianya maka berakhirlahpenderitaan yang dialaminya. Itulah sebab mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan ”pintas”dengan bunuh diri .
2.4.  PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
            Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bangian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin.
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Apabila kita memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga pemimpin-pemimpin kita yang lain.
 2.5. PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
            Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
            Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang, dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat Hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung Galunggung, dan perang Iran.
            Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian mayarakat dapat segera menilai utuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
2.6. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
            Apabila kita kelompokkan secara secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A ).      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
            Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia lain menjadi menderita, misalnya :
1.      Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, disiksa  oleh majikannya.
2.      Perbuatan buruk orang tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian.
3.      Perbuatan buruk para pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”. Karya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi manusia tidak menyadari hal ini. Mungkin kesadaran itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita, misalnya :
1.      Musibah banjir dan tanah longsor di Lampung Selatan bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia-manusia penghuni liar itu.
2.      Perbuatan lalai, mungkin kurang kontrol terhadap tangki-tangki penyimpanan gas-gas beracun dari perusahaan “union cardibe” di India.

B).       Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
 Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab Tuhan. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini :
1.      Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanyaaaaa. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Dsarbone Perancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, Guru besar Universitas Kairo, Mesir.
2.      Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhana, tetapi sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia dikucilkan.
3.      Tenggelamnya Fir’aun di laut merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong.

2.7. PENGARUH PENDERITAAN
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negativ. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
            Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.



BAB 3
ANALISIS
3.1 ANALISIS
Manusia dan penderitaan hampir tidak bisa dipisahkan, karena semua manusia tidak akan pernah lepas dari penderitaan, namun dengan penderitaan tersebut manusia dapat lebih kuat, dan lebih matang dalam mengambil keputusan, karena setiap penderitaan yang dialami manusia berbeda-beda mungkin karena keadaan ekonomi, sosial, dan masalah lainnya. Seharusnya menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi manusia tersebut, sehingga putus asa, menyerah, dan lari dari masalah tidak ada dalam pilihan, melainkan bangkit dan terus berusaha dan yang terpenting adalah tidak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.



BAB 4
PENUTUP
4.1  KESIMPULAN
 Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung  bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
4.2  SARAN
Untuk lebih mudah dalam menghadapi segala jenis penderitaan, hendaklah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu beryukur. Karena setiap masalah pasti ada solusi, sehingga pilihan yang tepat adalah lebih sabar, berusaha dan selalu berdoa.

4.3  DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/?option=com_wrapper&Itemid=36













Tidak ada komentar:

Posting Komentar