Kamis, 17 Desember 2015

TUGAS IBD ESAY


NAMA       : RAJA TUNGGUNG BARUS
KELAS      : 1EA33
NPM          : 15215595
MATKUL :SOFTSKILL
TUGAS     : ESSAY
TEMA       : MASYARAKAT EKONOMI ASEAN TERHADAP INDONESIA


Pengertian Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan realisasi pasar bebas di Asia Tenggara yang telah dilakukan secara bertahap mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas  perekonomian di kawasan ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antar negara ASEAN. Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Hal-hal tersebut tentunya dapat berakibat positif atau negative bagi perekonomian Indonesia. Oleh karena itu dari sisi pemerintah juga dilakukan strategi dan langkah-langkah agar Indonesia siap dan dapat memanfaatkan momentum MEA.

Dampak MEA Terhadap Indonesia
            Gambaran karakteristik utama MEA adalah pasar tunggal dan basis produksi; kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi; kawasan dengan pembangunan ekonomi yangadil; dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. Dampak terciptanya MEA adalah terciptanya pasar bebas di bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja. Konsekuensi atas kesepakatan MEA yakni dampak aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal. Dampak Positif lainnya yaitu investor Indonesia dapat memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang antar negara anggota ASEAN. Begitu pula kita dapat menarik investasi dari para pemodal-pemodal ASEAN. Para pengusaha akan semakin kreatif karena persaingan yang ketat dan para professional akan semakin meningkatakan tingkat skill, kompetansi dan profesionalitas yang dimilikinya.
            Namun, selain peluang yang terlihat di depan mata, ada pula hambatan menghadapi MEA yang harus kita perhatikan. Hambatan tersebut di antaranya : pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak 76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di Indonesia. Kedua, ketersediaan dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus barang dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014, kualitas infrastruktur kita masih tertinggal dibandingkan negara Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan Thailand. .Ketiga, sektor industri yang rapuh karena ketergantungan impor bahan baku dan setengah jadi. Keempat, keterbatasan pasokan energi. Kelima, lemahnya Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah membanjiri Indonesia. Apabila hambatan-hambatan tadi tidak diatasi maka dikhawatirkan MEA justru akan menjadi ancaman bagi Indonesia. 
            Pesan yang bisa penulis sampaikan kepada semua calon-calon pemerang dalam lingkup MEA, baik kepada pemerintah, mahasiswa, pembimbing (guru,dosen) dan masyarakat adalah Kiranya amat tepat bila pemerintah diharuskan untuk segera mempersiapkan langkah dan strategis menghadapi ancaman dampak negatif dari MEA dengan menyusun dan menata kembali kebijakan-kebijakan nasional yang diarahkan agar dapat lebih mendorong dan meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan industri sehingga kulaitas sumber daya manusia baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun professional meningkat. Pemerintah diharapkan pula untuk menyediakan kelembagaan dan permodalaan yang mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai skala, menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya tinggi, para pembimbing juga diharapkan agar kiranya tetap punya semagat yang tinggi akan membimbing para muridnya agar mampu menciptakan manusia-manusia yang siap bersaing dengan manusia dari Negara lain dalam hal ini kompetensi bersaing dalam aspek ketenaga kerjaan. Selain itu, mahasiswa Indonesia diminta siap bersaing ketat dalam menghadapi Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Community 2015, agar tak tertinggal dengan negara ASEAN lainnya yang siap menghadapi era perdagangan bebas. Mahasiswa bisa diharapkan mengkampanyekan identitas nusantara dengan potensi unit-unit seni budaya yang ada. Masyarakat bersama harus berpikir dan masing-masing meningkatkan kualitas diri dalam upaya membangun bangsa. Membuat Indonesia dengan SDM unggul, dan mempunyai ketahanan pangan nasional dan perlindungan sosial.

Referensi :
-publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia. (diakses 17 Desember 2015)
-https://cindyhernawan7.wordpress.com/2015/04/24/pengaruh-mea-masyarakat-ekonomi-asean-2015-terhadap-sdm/ (diakses 17 Desember 2015)
- http://pengertian.website/pengertian-mea-dan-ciri-ciri-masyarakat-ekonomi-asean/# (diakses 17 Desember 2015)

Rabu, 18 November 2015

TUGAS PERSONAL ARTIKEL SOFTSKILL ILMU BUDAYA DASAR



BUDAYA SEBAGAI JATI DIRI BANGSA

Kebudayaan atau budaya menurut Bapak Antropologi Indonesia, Koenjtaraningrat (1996), adalah keseluruhan sistem gagasan, tindakan dan hasil karya manusia dalam rangka kehidupan masyarakat yang dijadikan milik diri manusia dengan belajar. Pengertian tersebut merujuk pada gagasan J. J Honigmann (1973) tentang wujud kebudayaan atau disebut juga ‟gejala kebudayaan‟. Honigmann membagi kebudayan kedalam tiga wujud, yakni kebudayaan dalam wujud ide, pola tindakan dan artefak atau benda-benda.
Jati diri, singkatnya, adalah moralitas publik yang menjadi pegangan kehidupan orang per orang dalam sebuah bangsa. Bangsa kita dikenal sebagai bangsa yang sangat kreatif mengolah kebudayaan-kebudayaan pendatang guna akhirnya menjadi bagian integral dari jati diri bangsa.
aturan, hukum yang diacu untuk menata, menilai, dan menginterpretasikan benda dan peristiwa dalam berbagai aspek kehidupannya. Nilai-nilai yang menjadi salah satu unsur sistem budaya, merupakan konsepsi abstrak yang dianggap baik dan amat bernilai dalam hidup, yang kemudian menjadi pedoman tertinggi bagi kelakuan dalam suatu masyarakat.



Kebudayaan dalam Perspektif Hukum Adat
Seorang sarjana Belanda C. Van Vollenhoven (1948) membedakan kebudayaan sukubangsa Indonesia berdasarkan sistem lingkaran-lingkaran hukum adat dari masingmasing sukubangsa yang tersebar di Indonesia; Van Vollenhoven membagi lingkaran-lingkaran itu ke dalam 19 daerah hukum adat, yaitu yang meliputi : Aceh, Gayo-Alas dan Batak (termasuk Nias dan Batu), Minangkabau (termasuk Mentawai), Sumatera Selatan (termasuk Enggano), Melayu, Bangka dan Biliton, Kalimantan (termasuk Sangir-Talaud) Gorontalo, Toraja, Sulawesi Selatan, Ternate, Ambon Maluku (termasuk kepulauan Barat Daya), Irian, Timor, Bali dan Lombok, Jawa Tengah dan Jawa Timur, Surakarta dan Yogyakarta, dan Jawa Barat.
Dalam Kamus   Besar   Bahasa   Indoensia(versi   elektronik   2012) jati diri atau  identitas  (iden·ti·tas/idéntitas, noun) dimaknakan  sebagai ciri-ciri atau  keadaan    seseorang.  Misalnya  dalam  kalimat: Identitas pembunuh   itu   sudah   diketahui   polisi.   Kata   turunan   lainnya,   yaitu  beridentitas (verbal), maknanya adalah mempunyai identitas. Identitas merujuk kepada kesadaran diri terhadap berbagai kelompok karakteristik  yang  unik  dan  kesadaran  diri  individu  dimasukkan  dalam kelompok  tersebut.  Kesadaran  diri  mungkin  dirumuskan  dalam  bentuk budaya yang  komprehensif (identitas etnik),  menyangkut pula biogenetik (identitas  ras),  identitas  jenis  kelamin  atau  orientasi  seksual,  dan gender. Individu dan kelompok manusia ada pula yang sering mengikuti beberapa identitas yang sifatnya tentu saja lentur dan cair. Jatidiri atau  identitas  bangsa  Indonesia  dibentuk  oleh  setiap  warga  negara  Indonesia. Jatidiri sangat  diperlukan  dalam  rangka  memperkuat ketahanan  sosio kultural  masing-masing warga  Indonesia.

Yang pertama,  adalah jati diri individu  atau  setiap  orang. Jati diri individu  ini  adalah  ciri - ciri  khusus  yang  membedakan  seorang  dengan orang  lainnya. Jati diri individual  ini  merupakan  anugerah  Tuhan  kepada setiap orang. Ia menjadi bahagian dari takdir dirinya, untuk menjadi siapa dan apa dirinya di dunia ini. Jati diri individu ini dapat pula dibentuk oleh ingkungan  dan  pendidikan  di  mana  individu  itu  hidup  dan berinteraksi sosial. Contoh jatidiri individual   adalah   sifat-sifat   yang   dimiliki seseorang.  Bisa  juga  ciri-ciri  fisik.  Atau  juga  perilaku  dalam  pergaulan sosialnya.
Dimensi jatidiri yang kedua adalah jatidiri dalam kelompok, bisa jadi keluarga,   klen,   masyarakat,   atau   lazim   dikenali   sebagai  identitas kelompok   etnik. Jatidiri etnik   ini   biasanya   dilatarbelakangi   oleh kebudayaan  di  mana  kelompok  itu  berkembang.  Misalnya  jatidiri orang Aceh  dibentuk  oleh  konsep-konsep  adat  seperti  yang  termaktub  dalam adat  bak  petomeuruhom,  hukom  bak  syiah  kuala.  Orang Minangkabau jatidirietniknya  didasari  oleh  konsep adat  basandikan syarak—syarak basandikan kitabullah, syarak mangato adat mamakai.
Etnik Batak Toba mengenal   konsep 3h yaitu: hagabeon,   hamoraon, dan hasangapon, sebagai jatidiri mereka.  Konsep  ini  mengarahkan  setiap  warga  Batak Toba  dalam  hidup  di  dunia  untuk  mencari  kedudukan, pangkat,  harta, agar terhormat dan dihormati orang. Dalam konteks  sosial  juga,jatidiri etnik  ini  bisa  terwujud.  Misalnya dalam  masyarakat  Karo,  terdapat  organisasi  sosial  yang  khas  bersifat  etnik Karo yaitu persatuan merga silima. Persatuan ini merupakan wadah silaturahmi  etnik  Karo, baik  di  wilayah  budaya  Karo atau  di  perantauan, seperti Medan, Riau, Jakarta, dan lainnya. Begitu  juga dengan  organisasi sirombuk - rombuk, yang mewadahi aspirasi dan keinginan persatuan etnik Mandaling  dan  Angkola.  Gereja-gereja  di  Sumatera  Utara  juga  ada  yang mendasarkan  kepada  kelompok  etnik  tertentu.  Misalnya  Huria  Kristen Batak Protestan (HKBP), yang berdasar kepada budaya etnik Batak Toba. Gereja  Kristen  Protestan  Simalungun  (GKPS)  yang  berdasar  kepada budaya etnik Simalungun.
Selain  dari  tataran  konseptual  dan  sosial, jatidiri etnik  ini  bisa  pula berwujud dalam bentuk fisik atau material. Orang Minangkabau memiliki  jatidiri rumah  adatnya  dalam  bentuk bagonjong, serta  makanan  khas Minangkabau  seperti randang,  nasi  kapau,  gulai cubadak,  karupuak jangek,   sanjai,  dan   lainnya.  
Orang Melayu   Deli   memiliki   bentuk arsitektur  seperti  Mesjid  Raya  Al-Manshon  yang  merupakan  paduan antara  arsitektur  Melayu,  India,  Persia,  dan  Eropa.  Begitu  juga  makanan khas  Melayu  Deli  seperti  kue  karas-karas,  kari  kambing,roti  jala,  dodol Melayu,  lemang  Tebingtinggi,  dan  lain-lainnya.  Dalam  bentuk  pakaian Melayu  misalnya  penggunaan  songket,  destar,  teluk  belanga,  seluar,  dan lain-lainnya. 
Budaya tradisi  ini adalah  kebiasaan-kebiasaan yang telah digunakan  oleh sekelompok  masyarakat  tertentu,  yang  diwariskan  dari  satu  generasi  ke generasi berikutnya,  dan  telah  dianggap  menjadi  bahagian  yang  tidak terpisahkan dari masyarakat tersebut. Budaya tradisi ini mencakup semua unsur  kebudayaan,  termasuk  religi,  bahasa,  organisasi  sosial,  ekonomi, teknologi, pendidikan, dan kesenian. Dimensi jatidiri yang ketiga adalah   identitas   nasional. Jatidiri kebangsaan  menjadi  fokus perhatian  dalam  tulisan  ini. Jati diri bangsa, terbentuk    ketika  satu  atau  beberapa  kelompok  etnik  membentuk  secara bersama  sebuah  negara  bangsa  (nation  state). Unsur jatidiri budaya nasional   ini,   mungkin   diambil   dari  nilai-nillai   budaya   tradisi   yang membentuk  negara  bangsa  tadi,  namun  dengan  berbagai  persyaratan, seperti  bisa  diterima  dan  menjadi  kebanggaan  dari  mayoritas  warga negara bangsa berkenaan.


REFERENSI

Jumat, 06 November 2015

MANUSIA DAN PENDERITAAN


BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  LATAR BELAKANG
Mata kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan tentang nilai – nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang dihadapi manusia dalam hidupnya sehari – hari. Hal ini perlu, karena dirasakan kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor – faktor lain yang menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita. Tidaklah dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong membuat manusia spesialis yang tidak berpandangan luas.
   Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan, agar interelasi antelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi pembangunan negarakita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.

1.2 TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR

       Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan.

Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar diharapkan dapat :

1.    Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2.    Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3.    Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara serta ahli dalam bidang disiplin masing – masing, tidak jatuh ke dalam sifat – sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4.    Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.




BAB 2
PEMBAHASAN

2.1 . PENGERTIAN PENDERITAAN         
            Penderitaan berasal dari kata derita.kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir  atau  batin, atau lahir batin.
            Penderita termasuk realitas dunia dan manusia. intensita penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan berat-tidaknya intensitas penderitaan.namun penderitaan akan dialami oleh semua orang, hal itu sudah merupakan “risiko”hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau kebahagiaan kepada umatnya,tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan yang kadang kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Tanda atau wangsit demikian dapat berupa mimpi sebagai pemuncul rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur atau mengetahui melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.kepada manusia sebagai homo religius tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan makhluk ciptaan yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk melupakanya? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat dapat menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepadanya.karna tuhan tidak akan memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
2.2. SIKSAAN
            Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rokhani.akibat siksaan yang dialami seseorang, maka timbulah penderitaan.
            Didalam kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di akhirat nanti,yaitu siksaan bagi orang-orang musyrik,sirik,dengki,memfitnah,mencuri,makan harta anak yatim,dan sebagaianya.Siksaan           yang dialami manusia dalam kehidupan sehari-harinya banyak terjadi dan banyak dibaca di berbagai media massa.bahkan kadang kadang ditulis di halaman pertamadengan judul huruf besar,dan kadang kadang di sertain gambar si korban.
            Siksaan yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian,dan ketakutan.
            Kebimbangan dialami pada seseorang apabila ia pada suatu saat tidak  dapat menentukan pilihan yang akan diambil,misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi atau tidak.
             Kesepian dialami seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramai .
            Ketakutan merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin . bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya, maka disebut dengan phobia.
Apa yang membuat seseorang menjadi phobia ?
            Ahli-ahli medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai teori tentang asal mula dari ketakutan mereka .kebanyakan phobianya dimulai dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu,misalnya pekerjaan baru,kematian dalam keluarga, suatu oprasi atau sakit yang serius.tetapi phobiya juga dapat berkembang kepada orang orang yang terlihat tenang dan mantap.oleh karna itu kebanyakan ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan ketegangan disebabkan oleh karna si penderitan hidup dalam keadaan takut terus menerus, dan membuat keadaan sipenderita sepuluh kali lebih parah.
2.3. KEKALUTAN MENTAL
            Penderita batin dalam ilmu pesikologi dikenal sebagai kekalutan mental.secara lebih sederhana kekalutan mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar.
            Gejala-gejala pemulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.       Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing,sesak nafas,demam,nyeri pada lambung,
b.      Nampak pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah;
a.       Gangguan kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupansi penderita baik jasmani maupun rokhaninyya,
b.      Usaha mempertahankan diri  dengan cara negatif ,yaitu mundur atau lari,sehingga cara bertahan dirinya salah
c.       Kekalutan merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan

Proses-proses kekalutan mental yang dialami oleh seseorang mndorong kearah yang psitif dan negatif.
a.       Positif: trauma(luka jiwa) yang dialaminya mendorong kearah survive dalam hidup, misalnya, melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang diadapinya,ataupu melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.      Negatif: trauma yang dialami di perlarutkan atau diperturutkan sehingga yang bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya apa yang diinginkan.     bentuk frustasi antara lain:
1)      Agresi
2)      Regresi
3)      Fiksasi
4)      Proyeksi
5)      Identifikasi
6)      Narsisme
7)      Autisme
Oleh karna itu penderitaan maupun siksaan yang dialaminya oleh manusia memang merupakan beban berat,sehingga dunia ini benar benar merupakan neraka dalam hidupnya,dengan pengertian bahwa kematianya maka berakhirlahpenderitaan yang dialaminya. Itulah sebab mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan ”pintas”dengan bunuh diri .
2.4.  PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
            Setiap manusia pasti mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bangian kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin.
            Penderitaan dikatakan sebagai kodrat manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Apabila kita memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam penjara kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga pemimpin-pemimpin kita yang lain.
 2.5. PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
            Dalam dunia modern sekarang ini kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya membuat manusia menderita.
            Beberapa sebab lain yang menimbulkan penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang, dan lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan Masalembo, jatuhnya pesawat Hercules yang mengangkut para perwira muda di Condet, meletusnya gunung Galunggung, dan perang Iran.
            Media masa merupakan alat yang paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara cepat kepada masyarakat. Dengan demikian mayarakat dapat segera menilai utuk menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati. Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
2.6. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
            Apabila kita kelompokkan secara secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A ).      Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
            Penderitaan yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Karena perbuatan buruk antara sesama manusia lain menjadi menderita, misalnya :
1.      Pembantu rumah tangga yang diperkosa, disekap, disiksa  oleh majikannya.
2.      Perbuatan buruk orang tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai mengakibatkan kematian.
3.      Perbuatan buruk para pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra dalam puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”. Karya Rendra ini dipandang sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.
Perbuatan buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia. Tetapi manusia tidak menyadari hal ini. Mungkin kesadaran itu baru timbul setelah musibah yang membuat manusia menderita, misalnya :
1.      Musibah banjir dan tanah longsor di Lampung Selatan bermula dari penghunian liar di hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia-manusia penghuni liar itu.
2.      Perbuatan lalai, mungkin kurang kontrol terhadap tangki-tangki penyimpanan gas-gas beracun dari perusahaan “union cardibe” di India.

B).       Penderitaan yang timbul karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
 Penderitaan manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab Tuhan. Beberapa kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini :
1.      Seorang anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanyaaaaa. Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Karena kecerdasannya, ia memperoleh pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di Universitas Dsarbone Perancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, Guru besar Universitas Kairo, Mesir.
2.      Nabi Ayub mengalami siksaan Tuhana, tetapi sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia dikucilkan.
3.      Tenggelamnya Fir’aun di laut merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong.

2.7. PENGARUH PENDERITAAN
            Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negativ. Sikap negative misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh diri.
            Apabila sikap negatif dan sikap positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton, maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Keadaan yang sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai. Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.



BAB 3
ANALISIS
3.1 ANALISIS
Manusia dan penderitaan hampir tidak bisa dipisahkan, karena semua manusia tidak akan pernah lepas dari penderitaan, namun dengan penderitaan tersebut manusia dapat lebih kuat, dan lebih matang dalam mengambil keputusan, karena setiap penderitaan yang dialami manusia berbeda-beda mungkin karena keadaan ekonomi, sosial, dan masalah lainnya. Seharusnya menjadi pengalaman yang sangat berharga bagi manusia tersebut, sehingga putus asa, menyerah, dan lari dari masalah tidak ada dalam pilihan, melainkan bangkit dan terus berusaha dan yang terpenting adalah tidak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.



BAB 4
PENUTUP
4.1  KESIMPULAN
 Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung  bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya. Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
4.2  SARAN
Untuk lebih mudah dalam menghadapi segala jenis penderitaan, hendaklah lebih mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu beryukur. Karena setiap masalah pasti ada solusi, sehingga pilihan yang tepat adalah lebih sabar, berusaha dan selalu berdoa.

4.3  DAFTAR PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/?option=com_wrapper&Itemid=36