BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 LATAR BELAKANG
Mata
kuliah Ilmu Budaya Dasar adalah salah satu mata kuliah yang membicarakan
tentang nilai – nilai, tentang kebudayaan, tentang berbagai macam masalah yang
dihadapi manusia dalam hidupnya sehari – hari. Hal ini perlu, karena dirasakan
kekurangan pada sistem pendidikan kita, baik pada tingkat menengah, maupun pada
tingkat perguruan tinggi. Tanpa memungkiri banyak faktor – faktor lain yang
menyebabkannya, salah satu yang penting adalah sistem pendidikan kita. Tidaklah
dapat disangkal, bahwa ruang lingkup pendidikan kita amat sempit dan condong
membuat manusia spesialis yang tidak berpandangan luas.
Disinilah diharapkan kegunaan mata kuliah
ini, agar lulusan perguruan tinggi kita dari semua jurusan dapat mempunyai
suatu kesamaan bahan pembicaraan. Adanya kesamaan ini diharapkan, agar
interelasi antelektuil kita lebih sering dengan akibat yang positif bagi
pembangunan negarakita pada umumnya dan perbaikan pendidikan pada khususnya.
1.2
TUJUAN ILMU BUDAYA DASAR
Penyajian mata kuliah Ilmu Budaya Dasar tidak lain merupakan
usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan
dasar dan pengertian umum tentang konsep – konsep yang dikembangkan untuk
mengkaji masalah – masalah manusia dan kebudayaan.
Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut Ilmu Budaya Dasar
diharapkan dapat :
1. Mengusahakan penajaman kepekaan mahasiswa terhadap lingkungan budaya,
sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru,
terutama untuk kepentingan profesi mereka.
2. Memberi kesempatan pada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka
tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka
terhadap persoalan – persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
3. Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan Negara
serta ahli dalam bidang disiplin masing – masing, tidak jatuh ke dalam sifat –
sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin yang ketat.
4. Mengusahakan wahana komunikasi para akademisi agar mereka lebih mampu
berdialog satu sama lain. Dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademisi
diharapkan akan lebih lancer dalam berkomunikasi.
BAB 2
PEMBAHASAN
2.1 . PENGERTIAN PENDERITAAN
Penderitaan berasal dari kata
derita.kata derita berasal dari bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau
menanggung.Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak
menyenangkan .penderitaan itu dapat lahir
atau batin, atau lahir batin.
Penderita
termasuk realitas dunia dan manusia. intensita penderitaan bertingkat-tingkat
ada yang berat ada juga yang ringan. Namun peranan individu juga menentukan
berat-tidaknya intensitas penderitaan.namun penderitaan akan dialami oleh semua
orang, hal itu sudah merupakan “risiko”hidup. Tuhan memberikan kesenangan atau
kebahagiaan kepada umatnya,tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan
yang kadang kadang bermakna agar manusia sadar untuk tidak memalingkan dariNya.
Tanda atau wangsit demikian dapat
berupa mimpi sebagai pemuncul rasa tidak sadar dari manusia waktu tidur atau mengetahui
melalui membaca koran tentang terjadinya penderitaan.kepada manusia sebagai
homo religius tuhan telah memberikannya banyak kelebihan dibandingkan dengan
makhluk ciptaan yang lain, tetapi mampukah manusia mengendalikan diri untuk
melupakanya? Bagi manusia yang tebal imannya musibah yang dialaminya akan cepat
dapat menyadarkan dirinya untuk bertaubat kepadanya.karna tuhan tidak akan
memberikan cobaan yang lebih berat dari yang dialaminya.
2.2. SIKSAAN
Siksaan dapat diartikan sebagai
siksaan badan atau jasmani, dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau
rokhani.akibat siksaan yang dialami seseorang, maka timbulah penderitaan.
Didalam
kitab suci diterangkan jenis dan ancaman siksaan yang dialami manusia di
akhirat nanti,yaitu siksaan bagi orang-orang
musyrik,sirik,dengki,memfitnah,mencuri,makan harta anak yatim,dan
sebagaianya.Siksaan yang
dialami manusia dalam kehidupan sehari-harinya banyak terjadi dan banyak dibaca
di berbagai media massa.bahkan kadang kadang ditulis di halaman pertamadengan
judul huruf besar,dan kadang kadang di sertain gambar si korban.
Siksaan
yang sifatnya psikis misalnya kebimbangan,kesepian,dan ketakutan.
Kebimbangan dialami pada seseorang
apabila ia pada suatu saat tidak dapat
menentukan pilihan yang akan diambil,misalnya pada suatu saat apakah seseorang
yang bimbang itu pergi atau tidak.
Kesepian dialami seseorang merupakan rasa
sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang
ramai .
Ketakutan merupakan bentuk lain yang
dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin . bila rasa takut itu dibesar-besarkan yang tidak pada tempatnya,
maka disebut dengan phobia.
Apa yang membuat seseorang
menjadi phobia ?
Ahli-ahli
medis mempunyai pendapat yang berbeda-beda dan banyak penderita yang mempunyai
teori tentang asal mula dari ketakutan mereka .kebanyakan phobianya dimulai
dengan suatu schock emosional atau suatu tekanan pada waktu tertentu,misalnya
pekerjaan baru,kematian dalam keluarga, suatu oprasi atau sakit yang
serius.tetapi phobiya juga dapat berkembang kepada orang orang yang terlihat
tenang dan mantap.oleh karna itu kebanyakan ahli-ahli setuju bahwa tekanan dan
ketegangan disebabkan oleh karna si penderitan hidup dalam keadaan takut terus
menerus, dan membuat keadaan sipenderita sepuluh kali lebih parah.
2.3. KEKALUTAN MENTAL
Penderita batin dalam ilmu
pesikologi dikenal sebagai kekalutan mental.secara lebih sederhana kekalutan
mental dapat dirumuskan sebagai gangguan kejiwaan akibat ketidak mampuan
seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan
bertingkah secara kurang wajar.
Gejala-gejala
pemulaan bagi seseorang yang mengalami kekalutan mental adalah:
a.
Nampak
pada jasmani yang sering merasakan pusing,sesak nafas,demam,nyeri pada lambung,
b.
Nampak
pada kejiwaan dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah
marah.
Tahap-tahap
gangguan kejiwaan adalah;
a.
Gangguan
kejiwaan nampak dalam gejala-gejala kehidupansi penderita baik jasmani maupun
rokhaninyya,
b.
Usaha
mempertahankan diri dengan cara negatif
,yaitu mundur atau lari,sehingga cara bertahan dirinya salah
c.
Kekalutan
merupakan titik patah (mental breakdown) dan yang bersangkutan mengalami
gangguan
Proses-proses kekalutan
mental yang dialami oleh seseorang mndorong kearah yang psitif dan negatif.
a.
Positif:
trauma(luka jiwa) yang dialaminya mendorong kearah survive dalam hidup,
misalnya, melakukan sholat tahajut waktu malam hari untuk memperoleh ketenangan
dan mencari jalan keluar untuk mengatasi kesulitan yang diadapinya,ataupu
melakukan kegiatan yang positif setelah kejatuhan dalam kehidupan.
b.
Negatif:
trauma yang dialami di perlarutkan atau diperturutkan sehingga yang
bersangkutan mengalami frustasi yaitu tekanan batin akibat tidak tercapainya
apa yang diinginkan. bentuk frustasi
antara lain:
1)
Agresi
2)
Regresi
3)
Fiksasi
4)
Proyeksi
5)
Identifikasi
6)
Narsisme
7)
Autisme
Oleh karna itu
penderitaan maupun siksaan yang dialaminya oleh manusia memang merupakan beban
berat,sehingga dunia ini benar benar merupakan neraka dalam hidupnya,dengan
pengertian bahwa kematianya maka berakhirlahpenderitaan yang dialaminya. Itulah
sebab mereka yang terlalu menderita dan merasa putus asa, lalu mengambil jalan
”pintas”dengan bunuh diri .
2.4. PENDERITAAN DAN PERJUANGAN
Setiap manusia pasti
mengalami penderitaan, baik berat ataupun ringan. Penderitaan adalah bangian
kehidupan manusia yang bersifat kodrati. Karena itu terserah kepada manusia itu
sendiri untuk berusaha mengurangi penderitaan itu semaksimal mungkin.
Penderitaan dikatakan sebagai kodrat
manusia, artinya sudah menjadi konsekuensi manusia hidup, bahwa manusia hidup
ditakdirkan bukan hanya untuk bahagia, melainkan juga menderita. Apabila kita
memperhatikan dan membaca riwayat hidup para pemimpin bangsa, orang-orang besar
di dunia, sebagian dari kehidupannya dilalui dengan penderitaan dan penuh
perjuangan. Pemimpin kita Bung Karno dan Bung Hatta berapa lama mendekam dalam
penjara kolonial karena perjuangannya memerdekakan bangsa. Demikian juga
pemimpin-pemimpin kita yang lain.
2.5. PENDERITAAN, MEDIA MASA DAN SENIMAN
Dalam dunia modern sekarang ini
kemungkinan terjadi penderitaan itu lebih besar. Hal ini telah dibuktikan oleh
kemajuan teknologi dan sebagainya menyejahterakan manusia dan sebagian lainnya
membuat manusia menderita.
Beberapa sebab lain yang menimbulkan
penderitaan manusia ialah kecelakaan, bencana alam, bencana perang, dan
lain-lain. Contohnya ialah tenggelamnya kapal Tampomas Dua di perairan
Masalembo, jatuhnya pesawat Hercules yang mengangkut para perwira muda di
Condet, meletusnya gunung Galunggung, dan perang Iran.
Media masa merupakan alat yang
paling tepat untuk mengkomunikasikan peristiwa-peristiwa penderitaan manusia secara
cepat kepada masyarakat. Dengan demikian mayarakat dapat segera menilai utuk
menentukan sikap antara sesama manusia terutama bagi yang merasa simpati.
Sebagai contoh bagaimana penderitaan anak bernama Arie Hangara yang mati akibat
siksaan orang tuanya sendiri yang difilmkan dengan judul “Arie Hangara”.
2.6. PENDERITAAN DAN SEBAB-SEBABNYA
Apabila
kita kelompokkan secara secara sederhana berdasarkan sebab-sebab timbulnya
penderitaan, maka penderitaan manusia dapat diperinci sebagai berikut :
A ). Penderitaan yang timbul
karena perbuatan buruk manusia.
Penderitaan
yang menimpa manusia karena perbuatan buruk manusia dapat terjadi dalam
hubungan sesama manusia dan hubungan manusia dengan alam sekitarnya. Karena
perbuatan buruk antara sesama manusia lain menjadi menderita, misalnya :
1. Pembantu
rumah tangga yang diperkosa, disekap, disiksa
oleh majikannya.
2. Perbuatan
buruk orang tua Arie Hangara yang menganiaya anak kandungnya sendiri sampai
mengakibatkan kematian.
3. Perbuatan
buruk para pejabat pada zaman Orde Lama dilukiskan oleh seniman Rendra dalam
puisinya “bersatulah Pelacur-Pelacur Kota Jakarta”. Karya Rendra ini dipandang
sebagai salah satu usaha memperbaiki nasib buruk itu dengan mengkomunikasikannya
kepada masyarakat termasuk pejabat dan pelacur ibu kota itu.
Perbuatan
buruk manusia terhadap lingkungannya juga menyebabkan penderitaan manusia.
Tetapi manusia tidak menyadari hal ini. Mungkin kesadaran itu baru timbul
setelah musibah yang membuat manusia menderita, misalnya :
1. Musibah
banjir dan tanah longsor di Lampung Selatan bermula dari penghunian liar di
hutan lindung, kemudian dibabat menjadi tandus dan gundul oleh manusia-manusia
penghuni liar itu.
2. Perbuatan
lalai, mungkin kurang kontrol terhadap tangki-tangki penyimpanan gas-gas
beracun dari perusahaan “union cardibe” di India.
B). Penderitaan yang timbul
karena penyakit, siksaan/azab Tuhan
Penderitaan
manusia dapat juga terjadi akibat penyakit atau siksaan/azab Tuhan. Beberapa
kasus penderitaan dapat diungkapkan berikut ini :
1. Seorang
anak lelaki buta sejak dilahirkan, diasuh dengan tabah oleh orang tuanyaaaaa.
Ia disekolahkan, kecerdasannya luar biasa. Karena kecerdasannya, ia memperoleh
pendidikan sampai di Universitas, dan akhirnya memperoleh gelar Doktor di
Universitas Dsarbone Perancis. Dia adalah Prof. Dr. Thaha Husen, Guru besar
Universitas Kairo, Mesir.
2. Nabi Ayub
mengalami siksaan Tuhana, tetapi sabar ia menerima cobaan ini. Bertahun-tahun
ia menderita penyakit kulit, sehingga istrinya bosan memeliharanya, dan ia
dikucilkan.
3. Tenggelamnya
Fir’aun di laut merah seperti disebutkan dalam Al-Qur’an adalah azab yang
dijatuhkan Tuhan kepada orang yang angkuh dan sombong.
2.7. PENGARUH PENDERITAAN
Orang yang mengalami penderitaan
mungkin akan memperoleh pengaruh bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap
yang timbul dapat berupa sikap positif ataupun sikap negativ. Sikap negative
misalnya penyesalan karena tidak bahagia, sikap kecewa, putus asa, ingin bunuh
diri.
Apabila sikap negatif dan sikap
positif ini dikomunikasikan oleh para seniman kepada para pembaca, penonton,
maka para pembaca, para penonton akan memberikan penilaiannya. Keadaan yang
sudah tidak sesuai ditinggalkan dan diganti dengan keadaan yang lebih sesuai.
Keadaan yang berupa hambatan harus disingkirkan.
BAB 3
ANALISIS
3.1 ANALISIS
Manusia
dan penderitaan hampir tidak bisa dipisahkan, karena semua manusia tidak akan
pernah lepas dari penderitaan, namun dengan penderitaan tersebut manusia dapat
lebih kuat, dan lebih matang dalam mengambil keputusan, karena setiap
penderitaan yang dialami manusia berbeda-beda mungkin karena keadaan ekonomi,
sosial, dan masalah lainnya. Seharusnya menjadi pengalaman yang sangat berharga
bagi manusia tersebut, sehingga putus asa, menyerah, dan lari dari masalah
tidak ada dalam pilihan, melainkan bangkit dan terus berusaha dan yang
terpenting adalah tidak lupa berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
BAB 4
PENUTUP
4.1 KESIMPULAN
Pada hakekatnya penderitaan dan manusia itu
berdampingan bahkan penderitaan itu selalu ada pada setiap manusia karena
penderitaan merupakain rangkaian dari kehidupan. Setiap orang pasti pernah
mengalami penderitaan. Penderitaan itu dapat teratasi tergantung
bagaiaman seseorang menyikapi penderitaan tersebut. Banyak hikmah dan
pelajaran yang dapat diambil dari penderitaan. Tidak semua penderitaan yang
dialami oleh seseorang membawa pengaruh buruk bagi orang yang mengalaminya.
Melainkan dengan penderitaan kita dapat mengetahui kesalahan apa yang telah
kita perbuat atau sebagai media untuk menginstropeksi diri. Karena penderitaan
tidak akan muncul jika tidak ada penyebabnya.
4.2 SARAN
Untuk
lebih mudah dalam menghadapi segala jenis penderitaan, hendaklah lebih
mendekatkan diri kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu beryukur. Karena setiap
masalah pasti ada solusi, sehingga pilihan yang tepat adalah lebih sabar,
berusaha dan selalu berdoa.
4.3 DAFTAR
PUSTAKA
http://elearning.gunadarma.ac.id/?option=com_wrapper&Itemid=36