NAMA : RAJA TUNGGUNG BARUS
KELAS : 1EA33
NPM : 15215595
MATKUL :SOFTSKILL
TUGAS : ESSAY
TEMA : MASYARAKAT EKONOMI ASEAN TERHADAP INDONESIA
Pengertian
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA)
Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 merupakan
realisasi pasar bebas di Asia Tenggara yang telah dilakukan secara bertahap
mulai KTT ASEAN di Singapura pada tahun 1992. Tujuan dibentuknya Masyarakat
Ekonomi ASEAN (MEA) untuk meningkatkan stabilitas perekonomian di kawasan
ASEAN, serta diharapkan mampu mengatasi masalah-masalah di bidang ekonomi antar
negara ASEAN. Konsekuensi atas kesepakatan MEA tersebut berupa aliran bebas
barang bagi negara-negara ASEAN, dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas
investasi, dampak arus tenaga kerja terampil, dan dampak arus bebas modal.
Hal-hal tersebut tentunya dapat berakibat positif atau negative bagi
perekonomian Indonesia. Oleh karena itu dari sisi pemerintah juga dilakukan
strategi dan langkah-langkah agar Indonesia siap dan dapat memanfaatkan
momentum MEA.
Dampak
MEA Terhadap Indonesia
Gambaran karakteristik utama MEA adalah pasar tunggal dan basis
produksi; kawasan ekonomi yang berdaya saing tinggi; kawasan dengan pembangunan
ekonomi yangadil; dan kawasan yang terintegrasi ke dalam ekonomi global. Dampak terciptanya MEA adalah terciptanya pasar bebas di
bidang permodalan, barang dan jasa, serta tenaga kerja. Konsekuensi atas
kesepakatan MEA yakni dampak aliran bebas barang bagi negara-negara ASEAN,
dampak arus bebas jasa, dampak arus bebas investasi, dampak arus tenaga kerja
terampil, dan dampak arus bebas modal. Dampak Positif lainnya yaitu
investor Indonesia dapat memperluas ruang investasinya tanpa ada batasan ruang
antar negara anggota ASEAN. Begitu pula kita dapat menarik investasi dari para
pemodal-pemodal ASEAN. Para pengusaha akan semakin kreatif karena persaingan
yang ketat dan para professional akan semakin meningkatakan tingkat skill, kompetansi dan profesionalitas yang dimilikinya.
Namun,
selain peluang yang terlihat di depan mata, ada pula hambatan menghadapi MEA
yang harus kita perhatikan. Hambatan tersebut di antaranya : pertama, mutu pendidikan tenaga kerja masih rendah, di mana hingga
Febuari 2014 jumlah pekerja berpendidikan SMP atau dibawahnya tercatat sebanyak
76,4 juta orang atau sekitar 64 persen dari total 118 juta pekerja di
Indonesia. Kedua, ketersediaan
dan kualitas infrastuktur masih kurang sehingga mempengaruhi kelancaran arus
barang dan jasa. Menurut Global Competitiveness Index (GCI) 2014, kualitas infrastruktur kita masih
tertinggal dibandingkan negara Singapura, Malaysia, Brunei Darussalam dan
Thailand. .Ketiga, sektor industri yang rapuh karena ketergantungan
impor bahan baku dan setengah jadi. Keempat, keterbatasan
pasokan energi. Kelima, lemahnya
Indonesia menghadapi serbuan impor, dan sekarang produk impor Tiongkok sudah
membanjiri Indonesia. Apabila hambatan-hambatan tadi tidak diatasi maka
dikhawatirkan MEA justru akan menjadi ancaman bagi Indonesia.
Pesan yang bisa penulis sampaikan kepada semua
calon-calon pemerang dalam lingkup MEA, baik kepada pemerintah, mahasiswa,
pembimbing (guru,dosen) dan masyarakat adalah Kiranya amat tepat bila
pemerintah diharuskan untuk segera mempersiapkan langkah dan strategis menghadapi
ancaman dampak negatif dari MEA dengan menyusun dan menata kembali
kebijakan-kebijakan nasional yang diarahkan agar dapat lebih mendorong dan
meningkatkan daya saing sumber daya manusia dan industri sehingga kulaitas
sumber daya manusia baik dalam birokrasi maupun dunia usaha ataupun
professional meningkat. Pemerintah diharapkan pula untuk menyediakan
kelembagaan dan permodalaan yang mudah diakses oleh pelaku usaha dari berbagai
skala, menciptakan iklim usaha yang kondusif dan mengurangi ekonomi biaya
tinggi, para pembimbing juga diharapkan agar kiranya tetap punya semagat yang
tinggi akan membimbing para muridnya agar mampu menciptakan manusia-manusia
yang siap bersaing dengan manusia dari Negara lain dalam hal ini kompetensi
bersaing dalam aspek ketenaga kerjaan. Selain itu, mahasiswa Indonesia diminta
siap bersaing ketat dalam menghadapi Association of Southeast Asian Nations
(ASEAN) Community 2015, agar tak tertinggal dengan negara ASEAN lainnya yang
siap menghadapi era perdagangan bebas. Mahasiswa bisa diharapkan
mengkampanyekan identitas nusantara dengan potensi unit-unit seni budaya yang
ada. Masyarakat bersama harus berpikir dan masing-masing meningkatkan kualitas
diri dalam upaya membangun bangsa. Membuat Indonesia dengan SDM unggul, dan mempunyai
ketahanan pangan nasional dan perlindungan sosial.
Referensi :
-publikasi/artikel/150-artikel-keuangan-umum/20545-masyarakat-ekonomi-asean-mea-dan-perekonomian-indonesia.
(diakses 17 Desember 2015)
-https://cindyhernawan7.wordpress.com/2015/04/24/pengaruh-mea-masyarakat-ekonomi-asean-2015-terhadap-sdm/
(diakses 17 Desember 2015)
- http://pengertian.website/pengertian-mea-dan-ciri-ciri-masyarakat-ekonomi-asean/#
(diakses 17 Desember 2015)